SEKOLAH RUJUKAN SMA NEGERI 1 RAJA AMPAT

SEJARAH SEKOLAH

Kontak

Alamat :

Jln. Frans Kaisepo, Kel, Sapordanco,Waisai, Distrik Waisai Kota

Telepon :

082198700484

Email :

info@sman1rajaampat.sch.id

Website :

sman1rajaampat.sch.id

Media Sosial :


PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA DIDIK KELAS XII ANGKA


Lokasi Sekolah



Banner


PPDB ONLINE


SEJARAH SEKOLAH

Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Raja Ampat

Kenyataan menunjukkan bahwa putra-putri Raja Ampat membutuhkan pendidikan formal maupun non formal agar mampu meningkatkan kulitas hidupnya kelak dan mampu menghadapi persaingan-persaingan yang saat itu mulai terasa disekitar lingkungan hidupnya.

Pada era sebelum tahun 2000-an, atau lebih tepatnya era sebelum terbentuknya Kabupaten Raja Ampat, pendidikan di Raja Ampat hanyalah sebatas pendidikan dasar yang terdiri dari SD dan SMP. Hal ini merupakan tantangan bagi para orang tua yang menghendaki putra/putrinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Menyadari akan tantangan-tantangan tersebut di atas baik tantangan global, maupun tantangan adanya keterbatasan jenjang pendidikan bagi peserta didik khususnya di Kecamatan Waigeo Selatan, mendorong timbulnya gagasan/ide untuk memperjuangkan berdirinya sebuah SMA oleh para tokoh pendidik, tokoh agama, tokoh pemerintahan (Kepala Desa, Kepala Pemerintahan Kecamatan Setempat), Aparat Keamanan, dengan dukungan seluruh warga masyarakat di Saonek dan Waisai.
Ide dan gagasan yang merupakan dambaan masyarakat tersebut kemudian di sampaikan oleh Bapak J. Koibur selaku Kepala SD Waisai, dan Bapak Adam Gaman, selaku Kepala Desa Waisai, kepada Kepala Kantor Inspeksi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Kabupaten Sorong yang pada waktu itu dijabat oleh Bapak Lindert Imbir untuk di tindak lanjuti.
Mengingat bahwa untuk mendirikan sebuah SMA banyak kriteria yang harus dipenuhi antara lain tersedianya sarana dan prasarana, tenaga guru, dan lain sebagainya. Untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat Saonek dan Waisai pada saat itu, maka Kepala Kantor Inspeksi Depdiknas Kabupaten Sorong memutuskan untuk membuka Kelas Jauh dari SMA Negeri 1 Sorong di Desa Waisai, Kecamatan Waigeo Selatan.
Pada tanggal 25 Juni 2001 Kepala Kantor Inspeksi Depdiknas Kabupaten Sorong mengeluarkan Nota Tugas Nomor: 1592/I18.7/KP7/2001, yang isinya menunjuk: Bapak S. Kapissa, guru SMA Negeri 1 Sorong, untuk membuka dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Kelas Jauh SMA Negeri 1 Sorong di Desa Waisai Kecamatan Waigeo Selatan, terhitung mulai tanggal 2 Juli 2001.
Berdasarkan isi Nota Tugas Kepala Kantor Inspeksi Depdiknas itulah maka pada tanggal 2 Juli 2001, Pemegang Nota Tugas Bapak S. Kapissa, resmi membuka pendaftaran calon siswa baru untuk Kelas Jauh SMA Negeri 1 Sorong bertempat di SMP Negeri 1 Waigeo Selatan. Siswa yang mendaftarkan diri pada saat itu berjumlah 32 siswa yang terdiri dari siswa lulusan SMP Negeri 1 Waigeo Selatan, ditambah siswa putus sekolah.
Pada tanggal 3 Juli 2001 Bpk S. Kapissa, bersama-sama dengan dua orang guru SMP Negeri 1 Waigeo Selatan yaitu Bpk Zeth Kesu’ dan Bpk. Budiono dengan seorang siswa yaitu Kazman dengan diantar oleh Bpk. Haji Mambraku berangkat dari Saonek ke Waisai dalam kondisi kencangnya angin selatan, sehingga memutuskan untuk mendarat di sebuah tempat yang bernama Siwindores, lalu berjalan kaki melintasi jalan setapak di bawah rimbunan pohon-pohon yang menjulang tinggi akhirnya keluar di lokasi SMA Negeri 1 Raja Ampat.
Maksud kedatangan di lokasi SMA tersebut untuk mengecek fasilitas yang disiapkan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti ruang belajar, rumah guru dan asrama siswa/siswi sebagaimana yang diinformasikan kepada pihak SMA Negeri 1 Sorong.
Namun kenyataan menunjukkan bahwa asrama putra dan putri sudah dibangun tetapi belum bisa digunakan karena belum ada fasilitas pendukung berupa tempat tidur, dll, bahkan rumah untuk Kepala Sekolah baru dalam bentuk kerangka bangunan.
Tentu hal ini merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dengan pertimbangan yang matang, karena bagaimanapun Kelas Jauh tetap harus dibuka dan kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan. Disamping itu para siswapun memerlukan tempat penampungan berupa asrama agar dapat mengikuti kegaiatan belajar mengajar dengan baik.
Sekembalinya dari Waisai ke Saonek, sehari kemudian yaitu pada tanggal 4 Juli 2001 mengadakan konsultasi dengan Kepala SMP Negeri 1 Waigeo Selatan tentang kondisi nyata di Waisai sekaligus mencari jalan keluar terbaik untuk menyelamatkan keadaan demi pendidikan siswa/siswi lulusan SMP Negeri 1 Waigeo Selatan pada waktu itu, dimana beliau menyarankan untuk membuka Kelas Jauh SMA Negeri 1 Sorong di SMP Negeri 1 Waigeo Selatan dengan menggunakan salah satu ruang kelas untuk siswa dan satu ruang Kantor untuk guru dengan bantuan tenaga pengajar dari guru-guru SMP Negeri 1 Waigeo Selatan ditambah dua tenaga guru tetap Kelas Jauh yang ditunjuk berdasarkan Nota Tugas Kepala Kantor Inspeksi Depdiknas Kabupaten Sorong, yaitu Bapak Neles Rumaropen, S.Pd, dan Bapak Abner Mambraku, S.Pd. Sedangkan sebagai tempat penampungan (asrama) untuk siswa/siswi menggunakan bekas Kantor Camat Saonek, yang disekat dan mampu menampung 27 siswa, temasuk Kepala Sekolah dan Guru tetap Kelas Jauh.
Dengan demikian Kelas Jauh SMA Negeri 1 Sorong untuk sementara di buka di Saonek dengan menggunakan fasilitas ruang belajar, kantor dengan dibantu tenaga pengajar dari SMP Negeri 1 Waigeo Selatan, sebanyak 16 guru, ditambah tiga guru tetap. Kelas jauh dilaksanakan di Saonek, yaitu dari tahun 2001 sampai dengan 2003.
Seiring dengan berjalannya waktu, maka pada tahun 2002, tepatnya tanggal 10 September 2002 diadakan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sorong, dimana berdasarkan SK Bupati Sorong, Nomor: 821.2/674/2002, Tanggal 10 September 2002, Bapak Stepanus Kapissa diangkat dan dilantik secara resmi sebagai Kepala SMU Negeri Waisai Kecamatan Waigeo Selatan. Dengan demikian sejak tanggal 10 September 2002 itulah untuk pertama kalinya nama SMU Negeri Waisai secara hukum resmi digunakan dan semua kebijakan diambil alih oleh Kepala Sekolah definitive.
Pada bulan Maret 2003, atas kesepakatan Kepala SD Waisai, yakni Bapak J. Koibur dan Bapak Kepala Desa Waisai, yaitu Bapak Adam Gaman mengadakan koordinasi dengan Kepala SMP Negeri 1 Waigeo Selatan, dan seluruh staf pengajar baik dari SMP Negeri 1 Waigeo Selatan, maupun guru tetap SMA Negeri Waisai, disepakati untuk memindahkan SMU Negeri Waisai dari Saonek ke kampung Waisai. Kegiatan belajar mengajar SMU Negeri Waisai saat itu dilaksanakan di SD Waisai dengan Jumlah kelas I dan Kelas II sebanyak 65 siswa.
Pada saat penduduk di Kampung Waisai berjumlah kurang lebih 24 Kepala Keluarga yang bertempat tinggal di beberapa rumah Sosial dan rumah AMD. Sebuah tantangan baru muncul yakni tempat tinggal bagi siswa SMU Negeri Waisai, sehingga oleh Kepala SD Waisai Bapak J. Koibur, Kepala Desa Waisai Bapak Adam Gaman, dan guru SMU Negeri Waisai Bapak N. Rumaropen, mengadakan pendekatan dengan tiap Keluarga kampung Waisai untuk bersedia menerima dan menampung siswa tinggal bersama di rumah-rumah keluarga.
Mengingat tenaga guru yang kurang, hanya terdiri dari tiga orang, yaitu Bapak S. Kapissa, selaku Kepala Sekolah, Bapak Neles Rumaropen, S.Pd (guru tetap SMU Negeri Waisai), dan Bapak J. Koibur (Kepala SD Waisai), maka langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan ini yaitu merekrut dua orang guru SD Waisai, yaitu Bapak Asri dan Bapak Agus Gaman sebagai tenaga pengajar pada SMU Negeri Waisai.
Sementara proses belajar mengajar berlangsung di SD Waisai, gedung SMA mulai dibangun dan selesai pembangunannya pada awal tahun 2004.
Memasuki tahun Ajaran Baru 2003/2004 SMU Negeri Waisai mendapat 3 tenaga guru tetap dari Kabupaten Sorong, yaitu Bapak Marthen Mofu, S.Pd, Bapak Stanley Sakul, S.Pd. dan Ibu Kostantina Howay, S.Pd.
Pada bulan Desember 2013, SMU Negeri Waisai mendapat tenaga guru tetap yang diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sebanyak 18 guru yang mulai aktif pada bulan Januari 2004.
Untuk menghadapi Ujian Nasional 2004 yang akan diikuti oleh 27 siswa SMU Negeri 1 Waisai, maka proses belajar mengajar dipindahkan dari SD Waisai ke Gedung SMA Negeri Waisai yang baru pada bulan April 2004. Ujian Nasional 2014 dilaksankan pada tanggal 10 s.d. 14 Mei 2004 diikuti oleh 27 siswa perdana SMU Negeri Waisai yang berhasil mengukir prestasi Lulus 100 persen.
Berdasarkan uraian di atas jelaslah bahwa sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Raja Ampat sekarang ini dimulai dari Kelas Jauh SMU Negeri 1 Sorong pada tahun 2001, sedangkan secara hukum yaitu pada tanggal 10 September 2002, berdasarkan SK Bupati Kabupaten Sorong, sehingga tanggal tersebut sebagai Hari ulang tahun SMA Negeri 1 Raja Ampat, tanpa meninggalkan fakta perjalanan sejarah, bahwa Kelas Jauh SMU Negeri 1 Sorong adalah Cikal Bakal berdirinya SMA Negeri 1 Raja Ampat sekarang ini.
Perubahan nama dari SMU menjadi SMA mewarnai pula perjalan sejarah SMA Negeri 1 Raja Ampat, yaitu :
1. Kelas Jauh SMU Negeri 1 Sorong di Desa Waisai (berdasarkan Nota Tugas Kepala Kantor Inspeksi Depdiknas Kabupaten Sorong)
2. SMU Negeri Waisai Kecamatan Waigeo Selatan (berdasarkan SK Bupati Sorong, 10 September 2002),
3. SMA Negeri Waisai (kebijakan Depdiknas RI), berlaku tahun 2005 s.d.2008
4. SMA Negeri 1 Raja Ampat (oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat, berlaku sekarang).

Sambutan Kepala Sekolah

Sebagai lembaga pendidikan, SMA Negeri 1 Raja Ampat tanggap dengan perkembangan teknologi tersebut. Dengan dukungan SDM yang di miliki sekolah ini siap untuk berkompetisi dengan sekolah lain dalam pelayanan informasi publik. Teknologi Informasi Web khususnya, menjadi sarana bagi SMA Negeri 1 Raja Ampat untuk memberi pelayanan informasi secara cepat, jelas, dan akuntable. Dari layanan ini pula, sekolah siap menerima saran dari semua pihak yang akhirnya dapat menjawab Kebutuhan masyarakat.

Moment DRON Pertandingan Sepak bola SMAN1RA Vs SMK


Pentas Seni GSMS


Lomba Tarian Gale" Guru SMAN1RA


Jumat Sehat 10 Nov 2023


Upacara Sumpah Pemuda (Sabtu28102023)


Lomba Tarian Kreasi Festival Pesona Raja Ampat


Tarian Kreasi


#part1 - HUT SMAN1RA | Penjemputan Tamu Kementrian


#part2 - HUT SMAN1RA | Pembukaan & Doa


TIM FUTSAL SMANSAR4


PKL Siswa-siswa kelas XII MIPA 1 dan 4 di Universi


Peresmian Gedung Tata Usaha (TU) SMA Negeri 1 Raja


Class Meeting SMA NEGERI 1 Raja Ampat Tahun 2022


Video wawancara bersama Kaprodi D3 Ekowisata Unipa


Promosi Hasik Karya Siswa di Stand SMANSAR4


Perpustakaan sekolah


Kegiatan BIMTEK NASIONAL tentang SAINS TERAPAN di


Pengumuman Kelulusan Peserta Didik Kelas XII SMA N